Senin, 06 Oktober 2014
Tempat wisata di kota Ngawi
Ini dia berbagai tempat wisata di Kota Ngawi yang anda bisa kunjungi :
TIRTO NIRMOLO

Saat
ini Tirto Nirmolo adalah satu satunya waterboom dikota Ngawi. Tempatnya
yang sangat mudah dijangkau yakni dipinggir jalan raya Ngawi Madiun km
6 , water boom ini tidak pernah sepi pengunjung. Letak persis Tirto
Nirmolo ada di desa Tempuran kecamatan Paron kabupaten Ngawi. Tempat
rekreasi water boom andalan ini dilengkapi dengan kereta gantung dan
perahu air serta aneka kuliner.
KEBUN TEH JAMUS

Bernuansa
tropis, hijau, sunyi, damai indah dan sejuk merupakan gambaran dari
suasana perkebunan teh Jamus yang terletak di lereng Gunung Lawu
sebelahutara, atau tepatnya di Desa Girikerto Kecamatan Sine 40 Km
kearah Barat daya kota Ngawi. Obyek wisata ini dikelola oleh PT. Candi
Loka yang memproduksi teh dan air mineral Jamus. Disamping pabrik teh
terdapat pula sumber Lanang, goa Jepang, bumi perkemahan, Kolam renang
anak dan Borobudur Hill
Air Terjun Pengantin

Mungkin bagi anda yang baru pertama kali mendengar Air Terjun Pengantin, tentu bertanya-tanya? Mengapa Pengantin? Yaach, keunikan air terjun ini terdiri dari dua buah air terjun yang berdampingan, layaknya pengantin. Air Terjun Pengantin memiliki ketinggian kira-kira 12 m, dan sumber airnya sangat jernih. Keunikan lain adalah untuk menikmatinya, anda harus menuruni lembah dan baru dapat melihat keindahan sepasang air terjun.
Bagi anda yang masih pacaran dan akan segera menikah dapat mengunjungi air Terjun Pengantin agar semakin dekat dengan pernikahan, dan bagi anda yang sudah menikah akan semakin mesra dan harmonis dalam berumah tangga. Dan bahkan bagi mau mencari jodoh, tentu dapat menyegarkan pandangan untuk datang ke sini. “Air Terjun Pengantin sangat indah dan unik, dan menarik untuk dikunjungi”, ungkap Bupati Ngawi, Ir. Budi Sulistyono.
Air Terjun Pengantin menawarkan keindahan yang berbeda dari air terjun lainnya. Yaachh, air terjun Pengantin masih benar-benar alami alias masih perawan, nuansa sejuk dan dinginnya serta gemricik airnya sangat menakjubkan. Anda bisa mandi dan berenang di bawah air terjun ini dan tentunya penuh kesegaran. Anda juga dapat menikmati suasana hutan yang masih alami tentunya dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun ini.
![]() |
| Air Terjun Pengantin Hargomulyo Ngrambe |
Sejuknya alam Air Terjun Pengantin mungkin tak terlupakan begitu saja, bagi yang sudah mencicipi keindahannya. Benar-benar masih alami dan belum tersentuh pengembangan, terletak tak jauh dari pemukiman warga. Untuk mencapainya pun masih dengan menuruni jalan setapak yang dibuat oleh warga.
Keunikan yang membedakan Air Terjun Pengantin dengan air terjun lain adalah jumlahnya yang sepasang seperti pengantin dan untuk mencapai air terjun harus menuruni lembah.Untuk semakin memanjakan pengunjung, ke depan Pemkab Ngawi akan mengembangkan kawasan wisata ini dengan pembangunan akses jalan, pusat cinderamata dan oleh-oleh, kafetaria, area istirahat, home stay serta flying fox. Selain sebagai obyek wisata, air terjun Pengantin juga menyimpan potensi sumber daya energy yang dapat dimanfaatkan untuk sumber daya energy listrik micro hidro.Bagi anda masih bertanya-tanya keindahan air terjun ini, jangan biarkan rasa penasaran anda berkecamuk, datang dan nikmati saja Air Terjun Pengantin. Yacch, tentu tidak lengkap rasanya jika hanya menikmati keaslian alam Air terjun Pengantin.
Ibarat sambil menyelam minum susu, mencicipi air Terjun Pengantin, anda juga dapat menikmati legitnya durian dan rambutan serta aneka buah lain, karena daerah Hargomulyo kaya akan buah ini. Selain itu anda dapat melanjutkan menikmati obyek wisata lain di lereng Gunung Lawu, ada air terjun Suwono, air Terjun Srambang, air hangat Ketanggung serta kebun Teh Jamus yang juga menyuguhkan keindahan alam nan asri.
Jadi tunggu apa lagi, berangkat dan cicipi keperawanan Air Terjun Pengantin di Hargomulyo Ngrambe, Ngawi.
Museum Trinil

Museum Trinil terletak di
Jalan Raya Solo – Surabaya, Pedukuhan Pilang, Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar,
kurang lebih 13 kilometer arah barat pusat kota Ngawi, dan untuk mencapai
lokasi ini dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraan. Sayang sekali di jalan
arteri yang bisa menjadi petunjuk utama, tidak ada satupun patokan yang bisa
mengarahkan kita ke Museum tersebut. Kalau bertanya sama seseorang hanya
dijawab, “ Pokoknya belok ke gang yang ada gapura hitamnya,”. Akhirnya setelah
bertanya selama dua kali, sampailah kami di lokasi museum.
Pintu gerbang museum yang
sangat sederhana terlihat setelah masuk ke dalam 1 km dari jalan raya utama,
kemudian kami melapor ke pos penjaga untuk membayar tiket masuk. Memang luar
biasa murah kalau boleh dikatakan, bayangkan untuk melihat peradaban jutaan
tahun yang lalu hanya dikenakan biaya masuk seribu rupiah per orang. Ketika
masuk ke lokasi parkir, kesan pertama yang timbul adalah bahwa museum ini
kurang optimal perawatannya, terutama dalam hal fasilitas dan kebersihan.
Masuk ke dalam museum kami
mendapati ruangan yang dipenuhi dengan tulang-tulang manusia purba. Diantaranya
adalah : fosil tengkorak manusia purba ( Phitecantropus Erectus Cranium Karang
Tengah Ngawi ), fosil tengkorak manusia purba (Pithecantropus Erectus Cranium
Trinil Area), fosil tulng rahang bawah macan (Felis Tigris Mandi Bula Trinil
Area), fosil gigi geraham atas gajah (Stegodon Trigonocephalus Upper Molar
Trinil Area), fosil tulang paha manusia purba (Phitecantropus Erectus Femur
Trinil Area), fosil tanduk kerbau (Bubalus Palaeokerabau Horn Trinil Area),
fosil tanduk banteng (Bibos Palaeosondaicus Horn Trinil Area) dan fosil gading
gajah purba (Stegodon Trigonocephalus Ivory Trinil Area).
Disamping itu masih ada
beberapa fosil tengkorak : Australopithecus Afrinacus Cranium Taung Bostwana
Afrika Selatan, Homo Neanderthalensis Cranium Neander Dusseldorf Jerman dan
Homo Sapiens Cranium. Selain fosil-fosil tengkorak yang tersebut hal yang
menarik lainnya adalah, adanya sebuah tugu tempat penemuan manusia purba. Dulu
tak banyak orang tahu akan makna tugu itu, bahkan kemungkinan besar bisa rusak
kalau tidak dpelihara oleh seorang sukarelawan.
Wirodihardjo atau Wiro balung
alias Sapari dari Kelurahan Kawu adalah seorang sukarelawan yang menyadari
bahwa tugu itu mempunyai makna yang besar dan sangat berguna bagi penelitian
selanjutnya. Wajar ia berpendapat begitu, karena ia telah menyaksikan ekspedisi
atau penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan setelah penggalian yang dilakukan
E.Dubois dan Salenka. Orang asing atau mahasiswa datang silih berganti untuk
melakukan ekspedisi yang tentunya dengan biaya yang mahal. Oleh karena itu,
sebagai putra daerah tersebut, ia merasa ikut bertanggungjawab atas kelestarian
tempat itu.
Kehadiran Wirodiharjo di
Trinil sangat berarti, karena beliau menjadi tempat untuk bertanya para
pengunjung tentang fosil di Trinil. Walaupun tempat tersebut terkenal sebagai
daerah fosil, namun kenyataan waktu itu tidak satupun fosil yang ada di Trinil.
Untuk itulah ia mengumpulkan setiap fosil yang ditemukan di sungai Bengawan
Solo. Selain itu Pak Wiro juga mendapat laporan dari penduduk sekitar bahwa
mereka menemukan fosil. Dari hari ke hari fosil yang dikumpulkan dari tiga desa
; sebelah barat Desa Kawu, sebelah utara Desa Gemarang dan sebelah timur Desa
Ngancar bertambah banyak, atas tinjauan Kepala Seksi Kebudayaan Depdikbud Ngawi
waktu itu ( Pak Mukiyo ) ia mendapat bantuan tiga buah almari untuk menyimpan
fosil-fosil tersebut. Sejak saat itulah Pak Wirodiharjo terkenal dengan sebutan
Wiro Balung yang berarti Pak Wiro yang suka mengumpulkan balung-balung ( tulang
).
Dan selanjutnya pada tahun
1980/1981 Pemerintah daerah setempat mendirikan museum untuk menampung
fosil-fosil tersebut yang diresmikan oleh Bapak Gubernur Jatim “Soelarso” pada
tanggal 20 Nopember 1991. Namun sayang Wiro Balung sudah tiada sejak 1 April
1990 dan keahlian beliau diteruskan oleh anaknya Mas Sujono ( 37 ) yang sekarang
menjad juru kunci Museum Trinil. Selain dari diorama yang ada, Mas Sujono juga
banyak memberikan keterangan tambahan kepada kami.
Diantara tambahan keterangan
Mas Sujono yang sangat penting adalah,”Bahwasannya Trinil merupakan daerah
padang savanna pada masa lampau. Kenapa ? karena adanya manusia, banteng, gajah
dan hewan-hewan yang lain yang tumbuh di satu area. Hal ini cukup menunjukkan
kalau dulu daerah ini adalah savanna. Namun kemudian setelah adanya letusan
Gunung Lawu yang berturut-turut hancurlah peradaban yang ada di Trinil dan
sekitarnya,” kata Mas Sujono dengan mimik serius. Dengan melihat Museum Trinil
suatu kearifan dapat kita tarik dari berbagai temuan para ilmuwan tentang
manusia purba. Adalah suatu kenyataan bahwa dibalik keanekaragaman wujud
kehidupan kita dewasa ini, sesungguhnya ada kesamaan asal-usul kita seluruhnya
sebagai manusia.- Air Terjun "SRAMBANG"

Objek
wisata Air Terjun Srambang sudah sangat dikenal oleh masyarakat di Kabupaten
Ngawi, Madiun,Magetan dan sekitarnya.
Air Terjun Srambang terletak di lereng Gunung Lawu, di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Objek tersebut berada di tengah hutan pinus yang dikelola Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds, tepatnya di RPH Manyol, BKPH Lawu Utara. Sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Ngawi.
Untuk menuju Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, tidaklah sulit. Daerah tersebut dapat ditempuh dari dua arah. Yakni Madiun-Ngawi-Jogorogo atau bisa juga dari Sragen, Jawa Tengah-Ngawi-Jogorogo. Hal ini karena memang Gunung Lawu merupakan daerah perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.
Hingga daerah Kecamatan Jogorogo, perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, karena jalan telah beraspal. Setelah itu, untuk sampai di lokasi air terjun, para wisatawan harus melalui jalan desa yang aspalnya belum sehalus jalan utama.
Air Terjun Srambang terletak di lereng Gunung Lawu, di Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Objek tersebut berada di tengah hutan pinus yang dikelola Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Lawu Ds, tepatnya di RPH Manyol, BKPH Lawu Utara. Sekitar 40 kilometer dari pusat Kota Ngawi.
Untuk menuju Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi, tidaklah sulit. Daerah tersebut dapat ditempuh dari dua arah. Yakni Madiun-Ngawi-Jogorogo atau bisa juga dari Sragen, Jawa Tengah-Ngawi-Jogorogo. Hal ini karena memang Gunung Lawu merupakan daerah perbatasan Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.
Hingga daerah Kecamatan Jogorogo, perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, karena jalan telah beraspal. Setelah itu, untuk sampai di lokasi air terjun, para wisatawan harus melalui jalan desa yang aspalnya belum sehalus jalan utama.
Meski demikian, selama berjalan tersebut, para wisatawan
akan disuguhi pemandangan yang menakjubkan tentang hijaunya pepohonan lereng
gunung yang indah serta segarnya udara pegunungan yang masih alami.
Sesekali langkah kaki wisatawan akan terputus dengan aliran sungai kecil, sehingga harus meloncat dari satu batu ke batu lainnya agar tidak basah. Namun, banyak wisatawan yang justru bermain-main di sungai kecil tersebut, hanya karena tak sabar ingin merasakan kesejukan air di wilayah pegunungan tersebut.
Perjalanan menuju air terjun dari pos retribusi diperkirakan membutuhkan waktu setengah jam hingga satu jam lamanya. Cukup melelahkan memang. Namun, rasa lelah tersebut akan segera hilang manakala tubuh terkena percikan kesejukan air pegunungan.
Air Terjun Srambang memiliki ketinggian air sekitar 25 meter dengan kedalaman kolam sekitar 1 meter. Guyuran air dari Air Terjun Srambang memang sangat terasa dingin dan menyegarkan. Terlebih, setelah tubuh terasa penat sehabis menempuh perjalanan berat penuh tanjakan sebelumnya. Tak ayal, banyak wisatawan yang mandi di bawah guyuran air terjun tersebut.
Sesekali langkah kaki wisatawan akan terputus dengan aliran sungai kecil, sehingga harus meloncat dari satu batu ke batu lainnya agar tidak basah. Namun, banyak wisatawan yang justru bermain-main di sungai kecil tersebut, hanya karena tak sabar ingin merasakan kesejukan air di wilayah pegunungan tersebut.
Perjalanan menuju air terjun dari pos retribusi diperkirakan membutuhkan waktu setengah jam hingga satu jam lamanya. Cukup melelahkan memang. Namun, rasa lelah tersebut akan segera hilang manakala tubuh terkena percikan kesejukan air pegunungan.
Air Terjun Srambang memiliki ketinggian air sekitar 25 meter dengan kedalaman kolam sekitar 1 meter. Guyuran air dari Air Terjun Srambang memang sangat terasa dingin dan menyegarkan. Terlebih, setelah tubuh terasa penat sehabis menempuh perjalanan berat penuh tanjakan sebelumnya. Tak ayal, banyak wisatawan yang mandi di bawah guyuran air terjun tersebut.
Nah seru bukan Air Terjun Srambang,, Kalian tertarik buruan kunjungi air terjun Srambang....
- Kebun Teh "JAMUS"
Perkebunan ini terletak
di lereng Gunung Lawu, tepatnya di desa Girikerto, Kecamatan Sine. Selain
tempatnya berhawa sejuk, di lokasi ini juga terdapat beberapa tempat unik dan
bersejarah. Lokasinya yang terletak dilerang gunung, mata pengunjung akan
dimanjakan oleh indahnya alam sekelilingnya. Di lokasi ini juga terdapat sumber
mata air yang dinamakan Sumber Lanang, yang menurut masyarakat sekitar
dipercaya dapat menyembuhkan penyakit dan membuat awet muda. Sebelum memasuki
kawasan perkebunan jamus, para pengunjung akan banyak ditemui lahan yang hijau
dan pohon-pohon yang besar serta rindang.
Perkebunan Teh Jamus adalah
merupakan agrowisata yang berwawasan lingkungan hidup, sudah dimulai pada
sejak tahun 1993. Dan meraih penghargaan tingkat nasional nominasi Kalpataru
tahun 2004 kategori Pembina Lingkungan Hidup pada peringatan hari Lingkungan
Hidup Sedunia pada tanggal 05 Juni 2004 di Istana Negara Jakarta.
Sebagai daya tarik lainnya,
di sekitar obyek wisata ini terdapat beberapa tempat menarik diantaranya Air
Terjun Grojogan Songo Tuk Pakel, Makam tua pendiri Kebun Teh Jamus Van Der
Rappart asal Belanda, Borobudor Hill yang berupa bukit setinggi 35,4 meter.
Pemandian Tawun Ngawi
WISATA TAWUN,
terletak di Desa Tawun Kec. Kasreman, arah timur 7Km dari pusat Kota
Ngawi Jawa Timur. Berbagai Legenda terlahir dari tanah ini. Upacara
Ritual bersih Desa yang terkenal adalah DUK (KEDUK) Beji, yang setiap
tahunnya diadakan mampu menyedot pengunjung lokal maupun dari luar
Daerah. Dan Diharap kedepan setelah Pemerintah Kabupaten Ngawi berhasil
menggendong Taman Wisata Tawun, ada kemajuan yang nantinya berdampak
secara social ekonomo baik bagi Pemkab maupun penduduk sekitar.
Kembalinya Taman Wisata
Pemandian Tawun kepelukan Ibu kandungnya "Pemerintah Kabupaten Ngawi",
mendapat sambutan gembira Khususnya masyarakat. Meski kondisinya masih
memprihatinkan, akibat salah asuh orangtua Tiri.
Hampir 20 tahun
menjalani kerja RODI, maka begitu dimiliki Pemkab. Ngawi lagi, berbagai
rencana terlahirkan, seperti akan dibangunnya Kolam anak, DENGAN
FASILITAS “WATERBOOM” Belasan Tahun, Nasib TAMAN WISATA TAWUN sangat
merana didalam pelukan Orang Tua TIRI. Dipaksakannya untuk tersenyum
guna melayani pengunjung yang makin hari makin sepi terlibas oleh
keberadaan Kolam Pemandian Milik Swasta yang makin menjamur. Untungnya
Pemkab. Ngawi, Lewat Refleksi Tahun Baru 2011 yang di agendakan Bupati
Ngawi Ir.H. Budi Sulistiyono berjanji akan merengkung kembali Taman
Wisata Tawun. Dan Tanggala 2 Januari Lalu, niat tulus itu terlaksana,
sementara segala Fasilitas akan ditambah serta dibenahi baik dari segi
fisik maupun Management.
Tomo, Koordinator Taman
Wisata Pemandian Tawun, siang itu(06/02/11) mengakui bahwa segala
fasilitas akan ditambah. “ Kemarin saya dipanggil mBah kung ( panggilan
akrab Bupati Ngawi-red), nanti akan diutamakan pembangunan kolam renang
anak-anak dengan ditambah WATERBOOM..!” Paparnya, sambil menambahkan
untuk kolam dewasanya akan ditambah 2 buah Balok Loncat.” Semua ini
langsung, wong katanya dana semuanya sudah disiapkan.” Aku Tomo.
Selain terkenal dengan
bulusnya (kura – kura), Tawun juga terkenal dengan ritual Keduk
Bedjinya, yang dilakukan setiap tahunnya. Menurut masyarakat sekitar
Keduk Bedji harus dilaksanakan pada hari Selasa Kliwon setelah panen di
bulan Oktober, dalam pelaksanaannya seluruh para pemuda terjun kedalam
sendang guna membersihkan sumber air yang digunakan untuk mengisi kolam
pemandian supaya bersih dari Lumpur.
WADUK PONDOK NGAWI

Waduk
Pondok Ngawi,terletak di seputar desa Dero Kecamatan Bringin Kabupaten
Ngawi. Obyek wisata ini menawarkan keindahan panorama air dan
perbukitan. Selain sebagai tempat rekreasi bagi keluarga, waduk Pondok
juga merupakan tempat hiburan bagi pemancing. Di waduk tersebut banyak
ditemukan berbagai jenis ikan seperti ikan tawes, ikan tombro dan ikan
bandeng. Apalagi secara berkala ditempat yang sama sering diadakan lomba
mancing yang diikuti pemancing dari berbagai daerah sekitar Kabupaten
Ngawi.
BENTENG PENDEM ( VAN DE BOSCH )
Peninggalan
pada masa kolonial Belanda ini masyarakat biasa menyebut “ Benteng
Pendem “ yang terletak di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi Kota memiliki
ukuran bangunan 165 m x 80 m dengan luas tanah 15 Ha. Lokasinya mudah
dijangkau yakni dari Kantor Pemerintah Kabupaten Ngawi +/- 1 Km arah
Timur Laut. Letak Benteng benteng ini sangat strategis karena berada
disudut pertemuan sungai bengawan Solo dan sungai Madiun. Benteng ini
dulu sengaja dibuat lebih rendah dari tanah sekitar yang dikelilingi
oleh tanah tinggi sehingga terlihat dari luar terpendam.
Pada abad 19 Kota Ngawi menjadi salah satu pusat perdagangan dan pelayaran di Jawa Timur dan dijadikan pusat pertahanan Belanda diwilayah Madiun dan sekitarnya dalam perang Diponegoro ( 1825-1830 ). Perlawanan melawan Belanda yang berkobar didaerah dipimpin oleh kepala daerah setempat seperti di Madiun dipimpin oleh Bupati Kerto Dirjo dan di Ngawi dipimpin oleh Adipati Judodiningrat dan Raden Tumenggung Surodirjo, serta salah satu pengikut pangeran Diponegoro bernama Wirotani. Pada tahun 1825 Ngawi berhasil direbut dan diduduki oleh Belanda. Untuk mempertahankan kedudukan dan fungsi strategis Ngawi serta menguasai jalur perdagangan, Pemerintah Hindia –Belanda membangun sebuah Benteng yang selesai pada tahun 1845 yaitu Benteng Van Den Bosch. Benteng ini dihuni tentara Belanda 250 orang bersenjatakan bedil, 6 meriam api dan 60 orang kavaleri dipimpin oleh Van Den Bosch.
Didalam
benteng ini sendiri terdapat makam K.H Muhammad Nursalim, yaitu salah
satu pengikut pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda dan dibawa
ke Benteng ini, konon katany K.H Muhammad Nursalim ini adalah orang
yang menyebarkan agama islam pertama di Ngawi, dan memiliki kesaktian
yang tinggi,yaitu tidak mempan ditembak, oleh karena itu maka beliau
dikubur hidup – hidup.
PESANGGRAHAN SRIGATI

Lokasi
Pesanggrahan Srigati yang terletak 12 km arah barat daya kota Ngawi,
tepatnya di Desa Babadan Kecamatan Paron, dapat ditempuh dengan berbagai
macam kendaraan bermotor.
Pesanggrahan
Srigati merupakan obyek wisata spiritual yang menurut penduduk setempat
adalah pusat keraton lelembut/makhluk halus. Dilokasi ini terdapat
petilasan Raja Brawijaya.
Pada
hari-hari tertentu seperti Jum'at Pon dan Jum'at Legi pada bulan Syuro,
Pesanggrahan Srigati banyak dikunjungi oleh para pesiarah untuk
menyaksikan diselenggarakannya upacara ritual tahunan "Ganti Langse"
sekaligus melaksanakan tirakatan/semedi untuk ngalap berkah.
Nah,gimana?
Anda pastinya tertarik bukan,ayow ceapat kunjungi ............!!!!
Rabu, 30 Mei 2012
Cara Memasang Revolver Maps Di Blog
- Kunjungi http://www.revolvermaps.com/ pada browse kamu.
- Kemudian nanti pada halaman awal situs ini ada beberapa pilihan yang dapat kita gunakan diantaranya Get Your Globe, Get The Mini Version, Get 2D Map, dan Get the Button.
- Nah kita dapat menggunakan beberpa pilihan Revolvers Maps tersebut. kalau saya sendiri sech menggunakan yang pertama yaitu Get Your Globe.
- okey setelah kita memilih get your globe, kemudian kita akan masuk pada beberapa pengaturan dan pilahan Configure Your Earthball....
- Select map : pilihan revolver map yang akan kita gunakan
- Choose Dimensions: pilihan ukuran revolver yang akan kita gunakan nantinya...pilih aja yang ukuran standar yaitu 220px X 220px.
- Choose Marker Color: yaitu pilihan warna yang akan menampilakan user yang sedang online...saran saya sech pilih yang merah aja karena lebih bagus.
- Advanced Setting : pada custom background color kita dapat memilih background map yang kita sukai.
- Chose code Version : pilih yang model html dan pada settingan yang lainnya biarkan aja standart
- Copy The Code To Your Site : kemudian copy code tersebut dan letakan pada gadget blog u...caranya kamu login dulu di blog kamu pilih rancangan, pada elemen halaman pilih tambah gadget, trus pilih lagi yang model html/javascript, letakan code yang udah kita copy tadi...simpan dan lihat lah hasilnya blog u udah ada Revolver maps nya....









